Saturday, August 22, 2009

moving out

Whoa blog! Masih ada rupanya :)

Kesibukan saya akhir2 ini membuat blog jadi agak terlupakan. Ok, jujur aja, bukan karena kesibukan sih, tapi karena posisi meja kantor yang baru membuat layar monitor saya bisa dilihat siapa saja dan kapan saja. Jadi agak segan untuk buka2 blogger. Mentok2nya cuman email, plurk, ym, dan facebook. Eh sama aja ya? :p Dan ternyata gini2 blog saya ada yang baca juga, karena bbrp orang sempat bertanya soal update blog yg sudah lama tidak saya lakukan.

Anyway things are going well in my life. No more drama (done with it). No more homesick (yeay i moved back to jakarta). No more stupid long distance relationship (the one i fail easily).

Jadilah saya membuat episode baru biar hidup nggak gitu2 aja hehe.. Saya pindah dari rumah ortu, dan mulai menempati rumah susun mungil di selatan jakarta. Big step.

Menempati rumah sendiri rasanya seru2 nyebelin. Seperti main pet society karena mendadak banyak sekali barang yang harus dibeli tetapi uang segitu2 aja. Bolak balik nyari isi rumah di berbagai toko dalam rangka mendapatkan harga termurah. Dan selalu mengalami kesulitan fisik untuk setiap pekerjaan yang berhubungan dengan bor dan obeng. Saya jadi agak mengerti kenapa seorang perempuan sebaiknya menikah dulu sebelum menempati rumah sendiri hehehe. Alhamdulillah saya punya dua orang best buddies (and i'm dating one of them :p) dan sekumpulan building maintenance yang cukup membantu.

Sejauh ini saya menikmati kehidupan baru saya. Toh kepindahan ini juga termasuk resolusi pribadi di awal tahun 2009: pindah dari rumah orang tua. Tetapi jauh di dalam hati saya, saya berharap segera pindah lagi, ke rumah baru tempat saya akan mewujudkan mimpi lain saya. Insya Allah.

Thursday, June 04, 2009

about birthday

growing old is like being increasingly penalized for a crime you have not committed.

Saturday, May 16, 2009

Menjadi orang yang hidup sendiri di rantau membuat saya menjadi akrab dengan delivery service beberapa resto fast food. Tapi ada satu hal yang mengganggu saya: kenapa si penerima order selalu menanyakan untuk berapa orang pesanan itu?
Menurut saya esensinya adalah jenis menu yang dipesan dan berapa porsi untuk setiap menu. Kalau saya sedang kelaparan lalu memesan 2 ayam, 2 nasi, 2 kentang, dan 1 soft drink untuk saya SENDIRI, apa masalahnya? Atau ketika saya sedang berhemat dan memesan satu paket murah, apa masalahnya? Kenapa harus ditanya untuk berapa orang? Toh saya bayar lunas kok semua pesanan saya.
Saya sih agak berburuk sangka, berpikir bahwa mereka menikmati pertanyaan itu. Mendengarkan jawaban menyedihkan dari lawan bicara yang menyebutkan bahwa dia makan sendirian, yang berkonotasi bahwa hidupnya sendirian dan merana, adalah hiburan tersendiri bagi mereka. Haha.
Oh by the way, hidup saya tidak merana kok. Penjelasan yang tidak penting ya?

Monday, May 11, 2009

moving in soon



This is the project i'm currently working on. It has been two years and still counting I think. Needs some artistic touch here and there, but I'll go there. I just need more time and more money, that's why I'm taking this homesick-job here :P
Can't wait to move in anytime soon!

Saturday, May 09, 2009

Mobile Post

This is officially my first post from my cellphone. Hope it works just fine. And no, i'm not using blackberry :P

Wednesday, April 22, 2009

(laskar) pelangi

Pernah lihat pelangi utuh dari ujung ke ujung? Saya sudah pernah dong! Hohoho... Dalam perjalanan laut dari Pulau Lengkuas ke Pulau Belitung, sehabis hujan dan di tengah gelombang yang cukup mengerikan, terbitlah pelangi yang nampak utuh di langit yang biru. Indah, indah sekali, seolah-olah mengucapkan selamat datang ke Pulau yang semakin terkenal karena laskar pelangi.
Sayang lensa kamera-digital-murahan saya kurang lebar jadi tidak bisa meng-capture pelangi dengan sempurna. Harus beli G10 nih :)

the concert

I went to Singapore with my significant other 2 weeks a go, to watch the concert of a band who's once called "the greatest band after The Beatles"
Yeah, it's oasis!

and the champagne supernova in the sky...

Friday, February 27, 2009

Nasi goreng vs. Spaghetti

I've been meaning to write this since last night but the internet connection sucked at my place so here I am writing from the office.

I was at this mall for dinner, decided to have a chicken spaghetti in the food court. I ordered the spaghetti and iced tea, and wait for 10 minutes until the waitress came and said that it took at least 20 minutes to prepare the spaghetti. Since my digestive system was not working properly, I decided to change the order into something quicker, nasi goreng. Off course, I talked to the waitress with a not very friendly voice and expression, hoped that he would feel sorry, which I wasn't sure he actually would. Well anyway, the nasi goreng came in 5 minutes, and I started to eat.

That nasi goreng, was the best I've ever had in this city.

I think that maybe in life, we're sometimes given the same circumstance, the same choices, more than just a nasi goreng over a spaghetti. We wanted spaghetti so bad, we hated nasi goreng, but finally what's best is nasi goreng. The thing is, we don't always know which one is nasi goreng, and which one is spaghetti. And we tend to react not very well when we face the nasi goreng.

Lesson is (hopefully) learned last night. Now I'm trying to take thing as it is. Thinking that every disappointment I earned is just another form of nasi goreng. And someday I'll find out that it really is a nasi goreng.

And today, I went to the same place, ordered the spaghetti as I intented last night. And that, ladies and gentlemen, was the worst spaghetti I've ever had. Seriously.